Pada Suatu Puisi - @edoyaa | dibacakan oleh @mawarbirusenja
https://api.soundcloud.com/tracks/258111776
Pada Suatu Puisi ?Sapardi Djoko Damono Ketika berada di halaman, pada suatu puisi aku terkesima imaji menari dalam tatapku. Tanganku basah dan dingin, menyibak guyuran hujan lembar-selembar. Seorang tua, ringkih tubuhnya kisut kulitnya dimatangkan cinta yang sederhana, waktu yang fana lantaran lupa: ?Tuan, Tuhan bukan??1) Dia pun pamitan keluar lewat sesuatu yang Wyslawa dengan perlahan Namun demi hujan, demi bulan Juni, begitu-begitu daya menciptanya tak sekadar begini-begini. Aku terkenang ayah, lalu kukayuh sepeda menuju surga yang konon amatlah jauh. ?Jangan lupa oleh-olehnya, ya!? Ibu menyeru sembari melambaikan tangannya kepadaku. Ternyata hujan yang sialan itu membuntuti laju sepedaku. Semakin cepat kukayuh, semakin deras memburu pilek dan demam di tubuhku yang minim terberkati pelukan. Barangkali seorang tua sengaja membikin aku menangis atau meng-hmm, lantaran tak ada teman selain diriku sendiri. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pada suatu pernah, aku akrab dengan kata jangan. Jangan hujan-hujanan nanti pilek dan demam. Jangan pacar-pacaran nanti galau lalu sakau. Aku berhadapan dengan sebuah sungai: penyair menyebutnya sebatang sungai, prosais berkisah air mata menganak sungai, sedangkan para filsuf bilang mengapa sungai? Tak ada jembatan juga perahu. Angan dan ingin bersitegang perihal menyeberang, bukan, perihal pulang, sepedaku tak bisa berenang, bukan, aku ragu menyeberang dan aku enggan pulang. Wajah ayah yang belum bercukur kumis dan cambang, membayang timbul-tenggelam bagai adzan pertama yang kudengar setelah aku terbit ke dunia dengan menangis. Di kejauhan seorang tua menadahkan tangan, berdoa kepada Tuhan. Namun, Tuhan bilang: ?Tunggu sebentar, Saya sedang keluar!?2) Dan sayup-sayup hujan pun datang. Sepertinya aku butuh kata jangan dari ibu untuk yang terakhirkali. Pada suatu puisi aku terjebak serangkaian hujan dari satu halaman ke halaman lain. Sialan! Jakarta, 19 Maret 2016 Keterangan: 1) dan 2) disitir dari Puisi Tuan - Sapardi Djoko Damono, Perahu Kertas - Kumpulan Sajak, 1982 http://kelaspuisi.tumblr.com/post/141307610417/pada-suatu-puisi

0 komentar:
Post a Comment