Musuh
https://api.soundcloud.com/tracks/107253251
Jarak masih saja bagaikan musuh, padahal ia yang menyediakan khidmat pada rasa rindu. di dekapmu, tak tersedia menu pulang. Lekap, memang, tapi tombol itu tak ada. Kita telah tersesat dan bertabrakan di sini Saling menjulurkan sulur, menari, membuat simpul, menari, saling mengarih, tapi rangup. Seandainya musim tidur telah usai, sulur-sulur itu akan mencair seperti salju, dan kita bebas menari lagi, tertancang lagi, berpalunan lagi. Tak kutemukan tombol pulang di genggammu. Dan kita, tetaplah orang-orang asing yang saling membelit, saling berpagut, saling menangkap, saling menikmati, saling memangsa, saling berbagi fana. Tapi aku masih saja tak menemukan tombol pulang dalam kecupmu. Dan jarak yang angkuh, masih seperti musuh, malah membentangkan kabut, enggan bermurah hati. Musik latar: Explosions in The Sky - Your Hand in Mine

0 komentar:
Post a Comment