Putih
https://api.soundcloud.com/tracks/225082515
Putih, lagu berdurasi 9.48 menit, mulai direkam pada tahun 2010. Rekaman pertama instrumen piano, dilakukan di Pendulum studio, yang sekarang sudah rata dengan tanah. Selanjutnya, perlahan-lahan lagu itu dibongkar dan dipasang sedikit demi sedikit selama kurang lebih 5 tahun di berbagai studio seperti Black dan Als studio. Putih adalah lagu tentang keluarga, gabungan dari 2 lagu tentang âTiadaâ dan âAda.â Ide tentang âTiadaâ didapatkan dari hasil obrolan dengan seorang teman yang bernama Adi Amir Zainun, yang pada akhirnya pergi meninggalkan kami menuju kekekalan sebelum lagu ini selesai dikerjakan. Sedangkan, ide tentang âAdaâ bermula dari kebahagiaan akan lahirnya anak-anak kami, penerus penerus kami, harapan-harapan kami. Lagu ini kami dedikasikan untuk mereka. Baca Rilis Pers kami selengkapnya di: http://efekrumahkaca.net/en/news/erk-s-latest-news/item/763-press-release-lagu-putih-efek-rumah-kaca --------------------------------------------------------------- PUTIH Tiada (untuk Adi Amir Zainun) Saat kematian datang Aku berbaring dalam mobil ambulan, Dengar, pembicaraan tentang pemakaman Dan takdirku menjelang Sirene berlarian bersahut-sahutan Tegang, membuka jalan menuju tuhan Akhirnya aku habis juga  Saat berkunjung ke rumah, Menengok ke kamar ke ruang tengah Hangat, menghirup bau masakan kesukaan Dan tahlilan dimulai Doa bertaburan terkadang tangis terdengar Akupun ikut tersedu sedan Akhirnya aku usai juga Oh, kini aku lengkap sudah  Dan kematian, keniscayaan Di persimpangan, atau kerongkongan Tiba tiba datang, atau dinantikan Dan kematian, kesempurnaan Dan kematian hanya perpindahan Dan kematian, awal kekekalan Karena kematian untuk kehidupan tanpa kematian ------------------------------ ADA (Untuk Angan Senja, Rintik Rindu dan semua harapan di masa depan) Lalu pecah tangis bayi Seperti kata Wiji Disebar biji biji Disemai menjadi api  Selamat datang di samudra. Ombak ombak menerpa Rekah rekah dan berkahlah Dalam dirinya, terhimpun alam raya semesta Dalam jiwanya, berkumpul hangat surga neraka  Hingga kan datang pertanyaan Segala apa yang dirasakan Tentang kebahagian Air mata bercucuran  Hingga kan datang ketakutan Menjaga keterusterangan Dalam lapar dan kenyang Dalam gelap dan benderang  Tentang akal dan hati Rahasianya yang penuh teka teki Tentang nalar dan iman Segala pertanyaan tak kunjung terpecahkan Dan tentang kebenaran Juga kejujuran Tak kan mati kekeringan Esok kan bermekaran

0 komentar:
Post a Comment